“Tawa paling indah adalah menertawakan kemalangan diri sendiri, karena membuat kita lebih bijaksana. Tangis paling indah adalah menangisi kemalangan orang lain, karena membuat kita lebih bersyukur”.
"gambar di atas adalah foto Qian Hong Yan, gadis kecil yang mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya. Orang tuanya yang miskin tidak mampu membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Dan untuk berjalan, Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya namun demikian dia tetap tersenyum dan tidak mengeluh".
“Siapapun bisa marah – marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik – bukanlah hal mudah.”
“Bila kau merasa cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya, sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kautakuti itu sendiri.”
Hidup bukanlah perlombaan, siapa yang lebih dulu dan siapa yang menang. Hidup adalah menanam bunga; menyiram dan memupuk kesabaran, agar berbunga keindahan yang dapat dinikmati oleh siapapun.